header faked

 
Beranda   Tentang Kami   Akademik   Kemahasiswaan & Alumni   e-Kesmas   Fasilitas
Home Anda berada disini: Home Berita Fakultas
Peserta Termuda, Mahasiswa FKM Berprestasi PDF Cetak Email
Ditulis oleh Media Center   
Jumat, 29 Maret 2019 00:00

Pilmapres FKM

Prestasi membanggakan dari mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat atas nama Fiolia Natazia Senduk, mahasiswa semeter 2 (dua) yang mendapatkan peringkat III dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Sam Ratulangi (Pilmapres). Sebagai peserta termuda, Fiolia hanya terpaut beberapa poin penilaian dari saingannya, Arcelinocent Emile Pangemanan (Fakultas Hukum) dan Santa Laetitia Nusa Putri (Fakultas Teknik).

Fiolia

Dalam penyelenggaraannya, Peserta Pimpres merupakan mahasiswa/mahasiswi terbaik, karena memiliki kecerdasan komprehensif yang menyeimbangkan antara hard skills dan soft skills. Kemampuan ini dapat diperoleh mahasiswa melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, yang oleh juri dinilai berdasarkan prestasi akademis dan non-akamdemis, kemampuan bahasa asing dan karya tulis ilmiah. (ar)

 
FKM UNSRAT turut berpartisipasi dalam pengembangan layanan kesehatan tradisional PDF Cetak Email
Ditulis oleh Media Center   
Jumat, 29 Maret 2019 00:00

WhatsApp Image 2019-03-29 at 13.42.45

Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi dan instansi terkait lainnya terlibat aktif dalam upaya pengembangan layanan kesehatan tradisional. FKM Unsrat sebagai bagian dari Tim Pengendali Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Sulawesi Utara bersama-sama menggali kearifan lokal potensial untuk layanan kesehatan tradisional melalui kegiatan penapisan layanan kesehatan tradisional yang aman, bermanfaat dan tidak bertentangan dengan norma.

Hadir dalam kegiatan Konsolidasi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Tahun 2019 di Hotel Grand Puri Manado (29/03/2019), Kasubdit Yankestrad Komplementer Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuniati Situmorang, M.Kes memaparkan bahwa terjadinya transisi epidemoilogi penyakit yang semula dominan penyakit menular menjadi penyakit tidak menular membuka kesempatan bagi layanan kesehatan tradisional memberi peran lebih besar. Kementerian Kesehatan RI mendorong pembentukan Griya Sehat sebagai layanan kesehatan tradisional komplementer, sedangkan Puskesmas dan Rumah Sakit hanya menjalankan layanan kesehatan tradisional integrasi.

"Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa 44,30% masyarakat Indonesia menggunakan layanan kesehatan tradisional, dan secara nasional Sulawesi Utara tertinggi. Di Sulawesi Utara dari 195 puskesmas yang ada, sudah lebih dari 100 puskesmas yang telah menjalankan layanan kesehatan tradisional." ungkap dr. Lidya Evalien Tulus, M.Kes selaku Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Layanan kesehatan tradional yang ada di Puskesmas ditujukan dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan. Melihat realitas penggunaan layanan kesehatan tradisional dan peluang ini, maka kemitraan dan jejaring untuk meningkatkan penelitian dan edukasi terkait pengembangkan layanan kesehatan tradisional terus ditingkatkan. (ar)

 
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 17 dari 17